Pembina YPITU Laporkan Penyerobotan Yayasan dan Aset aset yayasan oleh Oknum UIN Jakarta ke DPR RI

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA, Sengketa Lahan seluas 3.390 meter persegi di Lembaga Pendidikan Islam Triguna Utama di Komplek Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif  Hidayatullah, Ciputat, Tangsel, ternyata masih menyisakan persoalan pelik.  Nurdin Idris MPd selaku Pembina Yayasan Perguruan Islam Triguna Utama (YPITU) dan tim kuasa hukum dari Kantor Hukum Indonesia Muda, Selasa (2/10/2018) mendatangi Gedung DPR RI, untuk mengadukan perkara ini.

                                                                

"Kedatangan kami untuk melaporkan adanya tindakan-tindak kriminal yang dilakukan oleh Oknum Oknum UIN dalam mengambil kesempatan momentum eksekusi untuk menyerobot yayasan dan mencuri aset aset yayasan, Ini mengingat  telah terjadi  kriminalisasi dan penyalahgunaan prosedur (eror on prosedural) menyangkut eksekusi lahan yang baru-baru ini dilakukan pihak oknum rektor, inisial DR” kata Drs Nurdin Idries MPd di Gedung DPR.

Kasus ini masih dalam proses persidangan  Peninjauan Kembali di MA. Namun, selama dalam proses. telah terjadi Kriminalisasi dan tindakan melawan hukum. Laporan pengaduan ini disampaikan kepada Pimpinan DPR RI.

                                                                

Lebih lanjut kriminalisasi yang dimaksud, kata Nurdin, yaitu DR dan kelompoknya  yang nota bene para Intelektual, telah mengunakan  keterangan palsu, melakukan perampasan terhadap yayasan dan asset Yayasan, memblokir  rekening bank, dan sebagainya yang tujuannya mengambil alih yayasan dengan cara cara kriminal.

“Saya dibuat tidak berkutik karena ulah mereka,” kata Nurdin yang didampingi dua kuasa hukumnya. Terhadap tindakan keterangan palsu dan perampasan asset yayasan, pihak Nurdin telah memperkarakan kasusnya dan kini tengah diproses di Polda Metro Jaya.

                                                                

Sedangkan tindakan penyalahgunaan prosedur yang dimaksudkan, kata Nurdin, adalah oknum pimpinan di UIN telah mengadakan rapat dewan pembina Yayasan secara sepihak. Rapat dewan pembina tersebut salah satu putusannya memberi kewenangan  kewenangan terhadap DR, pembina yayasan, diperbolehkan melakukan tindakan-tindakan, seperti menguasai  asset yayasan, memblokir rekening, mengambil alih deposito dan lain-lain.

“Padahal rapat yang diklaim dewan pembina itu cacat hukum, karena hanya dihadiri seorang pembina dalam hal ini DR.Yang dinamakan dewan pembina, ya lebih dari satu anggota dewan pembina dan ketua yayasan," ujar Nanda, anggota tim kuasa hukum dari Kantor Hukum Indonesia Muda.

                                                                 

Senada dengan Pembina yayasan, Ketua Yayasan YPITU, Nasrun Muhammad melalui kuasa Hukumnya menyampaikan bahwa Saat ini oknum Uin menerima mengambil dan memanfaatkan uang sekolah tanpa hak, tanpa dasar legal yang jelas, bagaimana mungkin yang bersengketa adalah bangunan, yang menjadi objek eksekusi oleh Jaksa adalah bangunan tapi mereka memanfaatkan kesempatan eksekusi itu untuk menguasai seluruh aset yayasan yang sama sekali tidak pernah dibahas dalam perkara apapun, yg berperkara bangunan tapi kenapa uang sekolah siswa di curi," Ungkap Nasrun.

Sebelumnya diberitakan lahan seluas 3.390 meter persegi yang di atasnya berdiri lembaga pendidikan SMA/SMK itu disita sesuai putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 420 K/ PDT/2016.Terhadap putusan Kasasi ini, pihak Nurdin telah mengajukan Peninjauan Kembali (PK).(hy)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita