Hanya Butuhkan Waktu 15 Menit untuk Instal Speed Limiter Itegrated Fatigue Analyzer (SLIFA) di Kendaraan Anda

thePROFESSOR.ID: JAKARTA – Dosen Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana, Jakarta yang juga kandidat doktor salah satu perguruan tinggi negeri ternama Malaysia, Universitas Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Hadi Pranoto, MT., membuat inovasi teknologi bagi peningkatan safety atau keselamatan berkendara. Alat ini diberi nama Speed Limiter Itegrated Fatigue Analyzer (SLIFA).

SLIFA ini adalah sebuah rangkaian kontrol elektronika yang di hubungkan dari sensor kecepatan dan di modifikasi oleh sebuah modul SLIFA yang telah mampu merubah sebuah pulse menjadi sebuah voltage yang akan di gunakan oleh modul SLIFA untuk melakukan integrasi kesebuah sistem lain di mesin.

Jangan pernah membayangkan SLIFA sebagai sebuah teknologi yang rumit dalam pemasangannya. Layaknya teknologi modern, bukan hanya keandalan sistem kerjanya saja yang diunggulkan, melainkan insatalasinya pun sangat mudah dan dapat di gunakan di setiap mesin diesel truk dan bus yang telah di lengkapi sensor kecepatan.

“Proses pemasangannya hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit karena alat ini sudah dirancang untuk dapat mudah dipasangkan di setiap mesin, yaitu sistem plug and play,” kata Hadi Pranoto.

Hadi menjelaskan, SLIFA akan mendapatkan arus dengan tegangan DC yang di peroleh dari sensor kecepatan, dengan kecepatan yang di dapat tersebut modul SLIFA melalui rangkain kontrol melakukan pembatasan kecepatan yang di inginkan yaitu dengan menghubungkan ke sebuah relay dan sebuah komponen program yang telah di desain sesuai dengan kecepatan yang di inginkan.

“Misalnya batas maksimal kecepatan kendaraan bisa dikunci tidak lebih dari 70 kilometer per jam atau sesuai dengan keinginan owner atau pun sesuai aturan regulasi yang telah di tetapkan pemerintah,” katanya.

Pada saat kondisi pembatasan kecepatan telah di kunci, maka bahan bakar akan terputus sesuai dengan pembatasan kecepatan yang telah di tentukan, kecepatan dapat di batasi dari mulai minimal 2,3 km jam dan maksimal sampai dengan 70 kilo meter per jam.

“Apabila diinginkan pembatasan sampai dengan 80 kilo meter per jam atau lebih, mekanis penyetalan bisa di fungsikan dengan penyetalan manual dan telah disiapakan dalam alat ini,” ujarnya.

Sebagai alat yang mampu mendeteksi tingkat fatigue atau kelelahan pengemudi, SLIFA dilengkapi sebuah sensor heart rate yang dipasang tepat di depan pengemudi dan di masukan ke dalam dasbord berserta sensor temperatur yang dapat menyorot sampai dengan jarak udara 1 meter. Sensor ini bertujuan untuk memberikan sebuah input variasi kondisi detak jantung pengemudi selama menjalankan kendaraanya.

Pada saat variasi heart rate pengemudi terdeteksi tidak sesuai dengan standar yang ditentukan, maka kecepatan kendaraan akan secara responsif terjadi penurunan secara bertahap sampai dengan 30 kilo meter per jam. SLIFA juga di lengkapi dengan sebuah reset manual melalui pedal accelerator untuk memudahkan mengembalikan pada kecepatan semula.

Memudahkan Investigasi Kecelakaan

Report atau laporan SLIFA tersimpan dalam memory card 8 GB dan dapat di download melalui aplikasi SLIFA yang telah di pasang kan pada mikro control. Aplikasinya berbasis windows 7 dengan template yang mudah untuk di baca dan dianalisa, sehingga sangat memudahkan dalam melakukan investigasi sebuah kecelakaan.

“Report atau laporan ini terdiri dari laporan variasi kecepatan, variasai putaran mesin, variasi data heart rate, dan variasi temperature suhu badan dan ruangan cabin,” kata pakar safety engineering kendaraan-kendaraan besar seperti bus dan truk ini.

Uji coba sukses di lakukan di unit pengangkutan bahan bakar di wilayah tujuan operasi Jawa-Bali. Total unit yang di uji coba sebnyak 5% dari total unit yang di operasikan. SLIFA mampu membatasi kecepatan truk pengangkutan bahan bakar maksimal 70 kilo meter per jam.

“Uji coba di Bus Transjakarta, SLIFA mampu di intergrasikan dengan safety doors lock, dengan variasi kecepatan yang digunakan adalah 2,5 kilo meter per jam sampai dengan 5 kilo meter per jam untuk triger pengunci pintu,” ujarnya.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, SLIFA sangat cocok dipasang di bus-bus penumpang atau truk-truk angkutan barang, termasuk truk angkutan barang berbahaya seperti BBM, gas, dan lain-lain. (aliy)

Sumber: BERITATRANS.COM