Gelorakan Persatuan dan Toleransi, Polsek Kuta Utara Bersama Tokoh Lintas Agama Lakukan Aksi Bagi-bagi Bunga Mawar di Jalan Raya Gatot Subroto Barat

INDONESIASATU.CO.ID:

BADUNG - Sebagai wujud menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, Polsek Kuta Utara menggandeng tokoh - tokoh Lintas agama untuk mendengungkan toleransi di lingkungan masyarakat. Adanya kesadaran antara umat beragama mengenai toleransi bisa menjaga keutuhan sebuah negara.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (19/5) pagi diwarnai dengan aksi pembagian 700 tangkai bunga mawar di Jalan Raya Gatot Subroto Barat. Aksi yang digelar lebih kurang 1 jam tersebut juga melibatkan sebanyak 50 orang personel Polsek Kuta Utara, 70 orang tokoh agama, masyarakat dan pemuda. Tujuannya menyasar kepada para setiap pengendara roda dua maupun mobil yang melintas.

Rasa toleransi antara umat beragama yang baik, menggambarkan adanya keharmonisan di suatu negara. Hal itu tercermin dari sikap antara satu agama dengan agama yang lain yang saling berdamai, saling merangkul, saling bertenggang rasa membentuk suatu masyarakat. Sehingga tidak menimbulkan perpecahan yang bisa menyebabkan perpecahan antar satu umat dengan yang lain.

Salah satu pengendara sepeda motor yang bernama I Made sulendra merespon aksi ini. Pihaknya menyampaikan bahwa toleransi antar umat beragama memang sudah selayaknya dijunjung sebagai bangsa Indonesia. Ia Pun, menyesalkan jika ada oknum yang ingin memecah belah bangsa ini, “setiap orang harus meningkatkan rasa nasionalismenya” terang Sulendra

Sementara itu Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes H. Widya Dharma Nainggolan S.I.K memastikan bahwa dilingkup wilayah hukumnya gesekan antar umat beragama hampir tidak ada. Hal tersebut dibuktikan dengan aksi yang dilakukan hari ini. Dengan adanya toleransi ini lah disebutkannya sebagai pagar penjaga kesatuan dan keutuhan NKRI. "Kami sebagai aparat penegak hukum tentunya akan terus berupaya menjaga dan menciptakan keamanan di lingkup masyarakat. Caranya adalah terus memupuk jiwa nasionalisme, memelihara jiwa toleransi. Yang kemudian itulah yang memperkuat keutuhan NKRI ini," terangnya.

Johannes pun menyampaikan pihaknya siap menindak tegas oknum atau masyarakat yang kedapatan ingin memecah belah kerukuanan antar umat beragama. 

Disambut mesra oleh salah satu tokoh agama Hindu Jero Mangku I Made Sudiana bahwa sebagai umat beragama mayoritas di Bali pihaknya meminta agar semua kalangan turut serta menjaga keutuhan NKRI, Terlebih di Bali yang telah jadi sorotan dunia. (Humas/lilik)

  • Whatsapp

Index Berita